KBR68H, Polewali Mandar – Sebuah LSM di Sulawesi Barat melaporkan banyak Pusat Kegiatan Belajar Mengajar atau PKBM di lima kabupaten fiktif.
Padahal, menurut Direktur Lembaga Pengawasan Pengkajian Pembangunan
Pemerintah Sulawesi Barat LP5S Suaib Asyur, lembaga PKBM yang
bertebaran di wilayah tersebut tetap mendapat dana bantuan. Salah
satunya dari pemerintah.
“Dari hasil
pantauan LP5S di lapangan itu banyak pkbm yang bermasalah dan banyak
pkbm tidak punya siswa dan mereka mengambil guru juga ngak ada yang
guru tetap dan mereka tidak ada proses belajar mengajar dan ketika mau
ujian banyak orang daerah luar masuk mencari siswa ini khusus paket A
paket B dan C.”
Direktur LP5S Suaib Asyur menambahkan kasus
dugaan korupsi yang dilakukan PKBM Sulawesi Barat segera dilaporkan
Komisi Pemberantasan Korupsi KPK. Di beberapa daerah, pengelola PKBM
menyelewengkan anggaran yang datang dari pemerintah.
Di Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu Kejaksaan Negeri setempat
menetapkan lima tersangka dengan kerugian negara mencapai hampir Rp 16
miliar. PKBM merupakan mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas
pendidikan masyarakat, terutama mereka yang miskin.
Sumber : http://kbr68h.com/berita/daerah/20025-pkbm-di-lima-kabupaten-sulbar-fiktif
Sekretariat : Jl. Jend. Sudirman RT. 005 RW. 001 - Kepenghuluan Melayu Besar HP. 081276227051, 081365512672 Kode Pos. 28983 E-mail:pkbm.tanjungmelawan@gmail.com Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir - Riau
Nomor Izin Operasional : 411.34/DISDIK-BP/PLS/2012/037
Nomor Induk Lembaga : P9908636
NPWP : 00.759.018.5-212.000
Nomor Akte Notaris : 79/2010
Nomor Rekening Bank : 2151-01-001756-50-4
Nomor Induk Lembaga : P9908636
NPWP : 00.759.018.5-212.000
Nomor Akte Notaris : 79/2010
Nomor Rekening Bank : 2151-01-001756-50-4
Statistik Pengunjung
Translate
DASAR PEMBENTUKAN KABUPATEN ROKAN HILIR
PERDA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KAB. ROKAN HILIR
PERDA PAJAK/ RETRIBUSI KAB. ROKAN HILIR
MP3 LAGU MELAYU
MP3 LAGU RAYE
Senin, 27 Februari 2012
Sabtu, 18 Februari 2012
EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Epistemologi
merupakan cabang filsafat yang membahas tentang hakikat, keaslian, sumber,
metode, dan struktur pengetahuan. Seperti induknya, (filsafat) epistemologi
secara global memiliki pengaruh terhadap wujud peradaban manusia, sedangkan
secara khusus berpengaruh terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hal inilah
yang kemudian menjadi tekanan dalam pembahasan filasafat Barat modern dan
berusaha untuk disosialisasikan ke seluruh dunia, sehingga terjadilah apa yang
disebut dengan “imperialisme epistemologi”. Sementara itu, epistemologi Barat
memiliki ciri-ciri pendekatan skeptis, rasional-empirik, dikotomik, dan
pendekatan yang menentang dimensi spiritual. Oleh karena itu, epistemolog Barat
setidaknya masih sulit dipertemukan dengan pesan-pesan Islam, bahkan dalam
banyak hal bertentangan dengan ajaran Islam. Hal inilah yang dipandang dapat
membahayakan umat Islam
Melihat
kenyataan tersebut, dipelopori oleh Ziauddin Sardar, Ismail Raji al-Faruqi,
Syed Mohammad Naquib al-Attas dan lainnya, epistemologi Islam mulai dibangun.
Epistemolog yang berdasarkan Alquran dan hadis ini dirancang dengan
mempertimbangakan konsep ilmu pengetahuan, islamisasi ilmu pengetahuan dan
karakter ilmu dalam perspektif Islam yang bersandar pada kekuatan spiritual.
Dari sinilah kemudian muncul epistemologi pendidikan Islam.
Perlu
disadari bahwa selama ini ilmu pendidikan Islam belumlah didasari dengan
epistemologi pendidikan Islam yang kokoh. Jika pendidikan menjadi penentu
kemajuan dan kejayaan peradaban, maka pendidikan Islam harus diperkokoh dengan
pondasi yang kuat. Dan pondasi yang kuat itu dapat eksis bila didasari oleh
epistemologi yang mapan.
http://www.erlanggashop.com/buku/buku-umum/epistemologi-pendidikan-islam/437-4418
Jumat, 17 Februari 2012
Pendidikan Kesetaraan Dijalankan Serius Donk
Oleh: Hendra Efivanias
Keberadaan sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan dianggap masih asal-asalan. Pasalnya, masih ada PKBM yang belum menjalankan fungsinya sesuai aturan yang berlaku.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, HM Wardan MP ketika menutup pelatihan pengembangan kurikulum non formal di Hotel Ratu Mayang Garden, Selasa (12/7), seharusnya PKBM lebih serius menata programnya. Sehingga, pelaksanaan pendidikan kesetaraan, baik untuk Paket A, B dan C jauh lebih baik.
Diterangkan dia, Disdik sangat menyayangkan jika PKBM hanya dimanfaatkan sebagai legalitas peserta didik agar mereka bisa jadi peserta ujian kesetaraan. Sementara, mereka enggan mengikuti proses belajar mengajar yang seharusnya wajib dijalani.
Karena itulah, Wardan menekankan agar PKBM harus menertibkan aktivitasnya dengan mewajibkan peserta didik mengikuti proses belajar mengajar. Waktunya juga harus selama tiga tahun sebagaimana yang dilakukan di sekolah-sekolah formal. "Jika tidak sampai tiga tahun, peserta didik tak boleh ikut ujian kesetaraan," tegas Kadisdik.
Masalah lainnya, Disdik melihat ada perbedaan mencolok dari jumlah peserta didik PKBM dengan peserta ujian kesetaraan. Buktinya, jumlah peserta didik yang mengikuti aktivitas belajar rutin di PKBM lebih sedikit dibanding peserta ujian kesetaraan.
Kadisdik juga berharap agar para tutor di PKBM mengembangkan potensi dirinya. Diantaranya lewat pelatihan yang diberikan Disdik saat ini. "Kami berharap, tutor melakukan perubahan dalam proses pembelajaran yang mereka terapkan ke peserta didik setelah ikut pelatihan ini," katanya.
Hal ini juga akan mempengaruhi pada hasil lulusan PKBM. Apalagi, penyandang ijazah kesetaraan mempunyai peluang yang sama dengan lulusan pendidikan formal. Dengan ijazah kesetaraan, para lulusan sebenarnya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Baik negeri maupun swasta. Disamping itu, bisa juga dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan. Tak hanya di instansi swasta, tapi juga negeri.
http://www.riaucerdas.com/2011/07/pendidikan-kesetaraan-dijalankan-serius.html
Pekanbaru Peserta Terbanyak Ujian Paket
Selasa, 04 Oktober 2011PEKANBARU,SeputarRiau.com - Pada tanggal 11-18 Oktober dan tanggal 18-20 Oktober mendatang akan dilaksanakan Ujian Nasional Program Paket (UNPP) C, A dan B tahap kedua. Kota Pekanbaru kembali mendominasi jumlah peserta terbanyak. Hasil ini berdasarkan Data Nominasi Tetap (DNT) UNPP tahap kedua yang dimiliki Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau.Menurut Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan Disdik Riau, R Santoso, dari 1.817 peserta paket C se Riau, sebanyak 467 orang tercatat berasal dari Pekanbaru. Sementara yang paling minim dari Kabupaten Pelalawan, yaitu, 20 peserta. Di paket B, Pekanbaru juga mendominasi dengan jumlah 304 orang dari 1.446 peserta se Riau. Peserta terminim di paket B ada di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan hanya 47 orang.
Sedangkan, jumlah peserta paket A, terbanyak ada di Kabupaten Rokan Hulu dengan 150 orang. Jumlah ini nyaris mencapai 50 persen dari total peserta yang hanya 346 orang. Sementara, peserta paling minim ada di Indragiri Hulu yang hanya satu orang. "Meski demikian, ujian tetap kita lakukan karena pelaksanaan UNPP paket A serentak dengan paket B," ujar Santoso.
Santoso menjelaskan, dalam UNPP tahap kedua ini, ada kabupaten yang tidak mengirim satupun peserta. Kabupaten tersebut adalah Kuantan Singingi. Sementara, Kabupaten Indragiri Hilir hanya kosong untuk peserta UNPP paket C. Santoso mengaku tidak bisa memastikan kenapa ada daerah yang minus peserta. Namun, berdasarkan informasi yang dia dengar, lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan setempat belum memberi respon keikutsertaannya dalam UNPP ke kabupaten/kota hingga deadline pada tanggal 23 September lalu.
Dia juga beranggapan, informasi terkait adanya UNPP tahap kedua tidak atau terlambat diterima lembaga. Buktinya, banyak lembaga yang ingin mendaftarkan peserta langsung ke Disdik Riau pasca berakhirnya masa pendaftaran. "Tapi terpaksa kita tolak karena memang sudah ditutup pendaftarannya," ujarnya.
Ditambahknya, Disdik Riau mengaku telah menyelesaikan beberapa masalah administrasi terkait penyelenggaraan UNPP. Disamping itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan pencetakan soal ujian. "Jadwal mata pelajaran disamakan dengan UNPP tahap pertama," ungkapnya. (ris)
http://seputarriau.com/index.php?com=isi&id_news=501
AYO SEKOLAH................!!!!!
Pengertian Pendidikan kesetaraan
Pendidikan kesetaraan meliputi
program Kejar Paket A setara SD ( 6 tahun) , Paket B setara SMP ( 3
tahun ), dan Paket C setara SMA ( 3 tahun ). Program ini semula
ditujukan bagi peserta didik yang berasal dari masyarakat yang kurang
beruntung, tidak pernah sekolah, putus sekolah dan putus lanjut, serta
usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidup.
Disamping
itu dimaksudkan juga untuk masyarakat lain yang memerlukan layanan
khusus dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai dampak dari perubahan
peningkatan taraf hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tidak
ada batasan usia dalam program kesetaraan ini. Pegawai negeri, ABRI,
anggota DPR, karyawan pabrik banyak yang memanfaatkan program kesetaraan
ini untuk meningkatkan kualifikasi ijazah mereka.
Definisi mengenai setara adalah sepadan dalam civil effect,
ukuran, pengaruh, fungsi dan kedudukan. Sebagaimana yang tercantum
dalam UU No 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 26 Ayat
(6) bahwa " Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan
hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian
penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah
Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan."
Oleh
karena itu pengertian pendidikan kesetaraan adalah jalur pendidikan
nonformal dengan standar kompetensi lulusan yang sama dengan sekolah
formal, tetapi kontens, konteks, metodologi, dan pendekatan untuk
mencapai standar kompetensi lulusan tersebut lebih memberikan konsep
terapan, tematik, induktif, yang terkait dengan permasalahan lingkungan
dan melatihkan kecakapan hidup berorientasi kerja atau berusaha sendiri.
Dengan demikian pada standar kompetensi lulusan diberi catatan khusus.
Catatan khusus ini meliputi: pemilikan keterampilan dasar untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari (Paket A), pemilikan keterampilan untuk memenuhi
tuntutan dunia kerja, dan pemilikan keterampilan berwirausaha (Paket C).
Perbedaan ini oleh kekhasan karateristik peserta didik yang karena
berbagai hal tidak mengikuti jalur pendidikan formal karena memerlukan
substansi praktikal yang relevan dengan kehidupan nyata.
Kekuatan Tersendiri
Saat
ini reformasi kurikulum pendidikan kesetaraan sedang diarahkan untuk
mewujudkan insan Indonesia yang cerdas komprehensif dan kompetitif bagi
semua peserta didik pendidikan kesetaraan yang selama ini cenderung
termajinalkan. Semua pihak perlu memperoleh kesempatan untuk dapat
mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional dan sosial, intelektual,
serta kinestetik.
Dari fenomena yang ada, penulis curiga mereka
menganggap bahwa ikut UN Kejar Paket C akan otomatis lulus. Belum
tentu. Semuanya tetap tergantung kemampuan mereka. Materi ujian Kejar
Paket C juga dibuat oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian
dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional RI, bukan dibuat oleh
lembaga penyelenggara program tersebut di daerah.
Proses
pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan yang lebih
induktif, konstruktif, serta belajar mandiri melalui penekanan pada
pengenalan permasalahan lingkungan serta pencarian solusi dengan
pendekatan antarkeilmuan yang tidak tersekat-sekat sehingga lebih
relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Berkaitan dengan itu, sistem pembelajaran ( delivery system )
dirancang sedemikian rupa agar memiliki kekuatan tersendiri, untuk
mengembangkan kecakapan komprehensif dan kompetitif yang berguna dalam
meningkatkan kemampuan belajar sepanjang hayat. Proses pembelajaran
dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan yang lebih induktif dan
konstruktif.
Proses pembelajaran pendidikan kesetaraan lebih
menitik beratkan pada pengenalan permasalahan lingkungan serta cara
berfikir untuk memecahkannya melalui pendekatan antardisiplin ilmu yang
relevan dengan permasalahan yang sedang dipecahkan. Untuk itu, penilaian
dalam pendidikan kesetaraan dilakukan dengan lebih mengutamakan uji
kompetensi.
Diharapkan reformasi kurikulum pendidikan
kesetaraan dapat diluncurkan pada akhir tahun 2006 yang disusun bersama
Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ) berdasarkan hasil uji coba
dan masukan dari berbagai nara sumber.
Senin, 13 Februari 2012
MENGAPA PENDIDIKAN ITU PENTING ?
Sebelum saya membahas tentang pentingnya pendidikan, ada baiknya kita
mengetahui apa arti dari kata pendidikan itu sendiri. Sebenarnya
pendidikan memiliki banyak arti tapi disini saya akan menjelaskan
sedikit saja.
1. Pendidikan adalah usaha untuk memanusiakan manusia
2. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh sekumpulan
orang/manusia untuk memperoleh pengetahuan.
Kamis, 19 Januari 2012
Penduduk yang padat (banyak) menjadi potensi yang memberikan kontribusi
positif terhadap pembangunan. Namun, apabila tidak diimbangi kualitas umber daya manusia (SDM), akan bisa menjadi beban bagi pemerintah
daerah. Kalau para Penghulu di Kab. Rokan Hilir ini SDMnya rendah dan tak layak pakai ape nak jadi dunie ni.......................
Rabu, 18 Januari 2012
PENDIDIKAN ITU PENTING
Sebuah penelitian di Inggris terhadap 400 orang yang terdiri dari
perempuan dan pria mengatakan, bila Orang yang kurang berpendidikan itu
cenderung menua lebih cepat. Bukti DNA memperlihatkan sel penuaan lebih
sempurna di orang dewasa yang tidak punya kualifikasi pendidikan
dibandingkan dengan mereka yang punya gelar sarjana.
Andrew Steptoe, profesor dari University College London yang menggusung penelitian tersebut melalui pengambilan sample darah 400 orang, yang terdiri dari pria dan wanita dengan usia antara 53 dan 75 tahun ini mengatakan, bila pendidikan merupakan sebuah pertanda status sosial yang orang dapatkan dalam awal hidupnya. dan menunjukkan bila hal tersebut mampu mempercepat tumbuhnya sel penuaan, ujarnya.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal kesehatan Brain, Behaviour and Immunity. Para peneliti perpendapat bila pendidikan mampu membuat orang hidup lebih sehat. Sedangkan mereka yang miskin itu cenderung merokok, kurang berolahraga dan kurang punya akses untuk mendapatkan jaminan kesehatan dibanding mereka yang kaya. Yayasan Jantung Inggris mengatakan penelitian yang dilakukan di London ini memperkuat perlunya usaha untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial. dimana, hubungan antara kesehatan dan status ekonomi sosial itu muncul dengan jelas melalui hasil penelitian ini.
*Sumber foto: google.com
Andrew Steptoe, profesor dari University College London yang menggusung penelitian tersebut melalui pengambilan sample darah 400 orang, yang terdiri dari pria dan wanita dengan usia antara 53 dan 75 tahun ini mengatakan, bila pendidikan merupakan sebuah pertanda status sosial yang orang dapatkan dalam awal hidupnya. dan menunjukkan bila hal tersebut mampu mempercepat tumbuhnya sel penuaan, ujarnya.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal kesehatan Brain, Behaviour and Immunity. Para peneliti perpendapat bila pendidikan mampu membuat orang hidup lebih sehat. Sedangkan mereka yang miskin itu cenderung merokok, kurang berolahraga dan kurang punya akses untuk mendapatkan jaminan kesehatan dibanding mereka yang kaya. Yayasan Jantung Inggris mengatakan penelitian yang dilakukan di London ini memperkuat perlunya usaha untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial. dimana, hubungan antara kesehatan dan status ekonomi sosial itu muncul dengan jelas melalui hasil penelitian ini.
*Sumber foto: google.com
Langganan:
Postingan (Atom)




