Nomor Izin Operasional : 411.34/DISDIK-BP/PLS/2012/037
Nomor Induk Lembaga
: P9908636
NPWP : 00.759.018.5-212.000
Nomor Akte Notaris : 79/2010
Nomor Rekening Bank : 2151-01-001756-50-4

Statistik Pengunjung

Translate

MP3 LAGU RAYE

Senin, 27 Februari 2012

PKBM di Lima Kabupaten Sulbar Fiktif

KBR68H, Polewali Mandar – Sebuah LSM di Sulawesi Barat melaporkan banyak Pusat Kegiatan Belajar Mengajar atau PKBM di lima kabupaten fiktif.
Padahal, menurut Direktur Lembaga Pengawasan Pengkajian Pembangunan Pemerintah Sulawesi Barat LP5S Suaib Asyur, lembaga PKBM yang bertebaran di wilayah tersebut tetap mendapat dana bantuan. Salah satunya dari pemerintah.

“Dari hasil pantauan LP5S di lapangan itu banyak pkbm yang bermasalah dan banyak pkbm tidak punya siswa dan mereka mengambil guru juga ngak ada yang guru tetap dan mereka tidak ada proses belajar mengajar dan ketika mau ujian banyak orang daerah luar masuk mencari siswa ini khusus paket A paket B dan C.”

Direktur LP5S Suaib Asyur menambahkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan PKBM Sulawesi Barat segera dilaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK. Di beberapa daerah, pengelola PKBM menyelewengkan anggaran yang datang dari pemerintah.
Di Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu Kejaksaan Negeri setempat menetapkan lima tersangka dengan kerugian negara mencapai hampir Rp 16 miliar. PKBM merupakan mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, terutama mereka yang miskin.

Sumber : http://kbr68h.com/berita/daerah/20025-pkbm-di-lima-kabupaten-sulbar-fiktif

Sabtu, 18 Februari 2012

EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

Epistemologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang hakikat, keaslian, sumber, metode, dan struktur pengetahuan. Seperti induknya, (filsafat) epistemologi secara global memiliki pengaruh terhadap wujud peradaban manusia, sedangkan secara khusus berpengaruh terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hal inilah yang kemudian menjadi tekanan dalam pembahasan filasafat Barat modern dan berusaha untuk disosialisasikan ke seluruh dunia, sehingga terjadilah apa yang disebut dengan “imperialisme epistemologi”. Sementara itu, epistemologi Barat memiliki ciri-ciri pendekatan skeptis, rasional-empirik, dikotomik, dan pendekatan yang menentang dimensi spiritual. Oleh karena itu, epistemolog Barat setidaknya masih sulit dipertemukan dengan pesan-pesan Islam, bahkan dalam banyak hal bertentangan dengan ajaran Islam. Hal inilah yang dipandang dapat membahayakan umat Islam
Melihat kenyataan tersebut, dipelopori oleh Ziauddin Sardar, Ismail Raji al-Faruqi, Syed Mohammad Naquib al-Attas dan lainnya, epistemologi Islam mulai dibangun. Epistemolog yang berdasarkan Alquran dan hadis ini dirancang dengan mempertimbangakan konsep ilmu pengetahuan, islamisasi ilmu pengetahuan dan karakter ilmu dalam perspektif Islam yang bersandar pada kekuatan spiritual. Dari sinilah kemudian muncul epistemologi pendidikan Islam.
Perlu disadari bahwa selama ini ilmu pendidikan Islam belumlah didasari dengan epistemologi pendidikan Islam yang kokoh. Jika pendidikan menjadi penentu kemajuan dan kejayaan peradaban, maka pendidikan Islam harus diperkokoh dengan pondasi yang kuat. Dan pondasi yang kuat itu dapat eksis bila didasari oleh epistemologi yang mapan.


http://www.erlanggashop.com/buku/buku-umum/epistemologi-pendidikan-islam/437-4418

Jumat, 17 Februari 2012

Pendidikan Kesetaraan Dijalankan Serius Donk

Oleh: Hendra Efivanias

Keberadaan sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan dianggap masih asal-asalan. Pasalnya, masih ada PKBM yang belum menjalankan fungsinya sesuai aturan yang berlaku.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, HM Wardan MP ketika menutup pelatihan pengembangan kurikulum non formal di Hotel Ratu Mayang Garden, Selasa (12/7), seharusnya PKBM lebih serius menata programnya. Sehingga, pelaksanaan pendidikan kesetaraan, baik untuk Paket A, B dan C jauh lebih baik.
Diterangkan dia, Disdik sangat menyayangkan jika PKBM hanya dimanfaatkan sebagai legalitas peserta didik agar mereka bisa jadi peserta ujian kesetaraan. Sementara, mereka enggan mengikuti proses belajar mengajar yang seharusnya wajib dijalani.
Karena itulah, Wardan menekankan agar PKBM harus menertibkan aktivitasnya dengan mewajibkan peserta didik mengikuti proses belajar mengajar. Waktunya juga harus selama tiga tahun sebagaimana yang dilakukan di sekolah-sekolah formal. "Jika tidak sampai tiga tahun, peserta didik tak boleh  ikut  ujian kesetaraan," tegas Kadisdik.
Masalah lainnya, Disdik melihat ada perbedaan mencolok dari jumlah peserta didik PKBM dengan peserta ujian kesetaraan. Buktinya, jumlah peserta didik yang mengikuti aktivitas belajar rutin di PKBM lebih sedikit dibanding peserta ujian kesetaraan.
Kadisdik juga berharap agar para tutor di PKBM mengembangkan potensi dirinya. Diantaranya lewat pelatihan yang diberikan Disdik saat ini. "Kami berharap, tutor melakukan perubahan dalam proses pembelajaran yang mereka terapkan ke peserta didik setelah ikut pelatihan ini," katanya.
Hal ini juga akan mempengaruhi pada hasil lulusan PKBM. Apalagi, penyandang ijazah kesetaraan mempunyai peluang yang sama dengan lulusan pendidikan formal. Dengan ijazah kesetaraan, para lulusan sebenarnya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Baik negeri maupun swasta. Disamping itu, bisa juga dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan. Tak hanya di instansi swasta, tapi juga negeri. 
http://www.riaucerdas.com/2011/07/pendidikan-kesetaraan-dijalankan-serius.html

Pekanbaru Peserta Terbanyak Ujian Paket

Selasa, 04 Oktober 2011PEKANBARU,SeputarRiau.com - Pada tanggal 11-18 Oktober dan tanggal 18-20 Oktober mendatang akan dilaksanakan Ujian Nasional Program Paket (UNPP) C, A dan B tahap kedua. Kota Pekanbaru kembali mendominasi jumlah peserta terbanyak. Hasil ini berdasarkan Data Nominasi Tetap (DNT) UNPP tahap kedua yang dimiliki Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau.

Menurut Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan Disdik Riau, R Santoso, dari 1.817 peserta paket C se Riau, sebanyak 467 orang tercatat berasal dari Pekanbaru. Sementara yang paling minim dari Kabupaten Pelalawan, yaitu, 20 peserta. Di paket B, Pekanbaru juga mendominasi dengan jumlah 304 orang dari 1.446 peserta se Riau. Peserta terminim di paket B ada di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan hanya 47 orang.

Sedangkan, jumlah peserta paket A, terbanyak ada di Kabupaten Rokan Hulu dengan 150 orang. Jumlah ini nyaris mencapai 50 persen dari total peserta yang hanya 346 orang. Sementara, peserta paling minim ada di Indragiri Hulu yang hanya satu orang. "Meski demikian, ujian tetap kita lakukan karena pelaksanaan UNPP paket A serentak dengan paket B," ujar Santoso.

Santoso menjelaskan, dalam UNPP tahap kedua ini, ada kabupaten yang tidak mengirim satupun peserta. Kabupaten tersebut adalah Kuantan Singingi. Sementara, Kabupaten Indragiri Hilir hanya kosong untuk peserta UNPP paket C. Santoso mengaku tidak bisa memastikan kenapa ada daerah yang minus peserta. Namun, berdasarkan informasi yang dia dengar, lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan setempat belum memberi respon keikutsertaannya dalam UNPP ke kabupaten/kota hingga deadline pada tanggal 23 September lalu.

Dia juga beranggapan, informasi terkait adanya UNPP tahap kedua tidak atau terlambat diterima lembaga. Buktinya, banyak lembaga yang ingin mendaftarkan peserta langsung ke Disdik Riau pasca berakhirnya masa pendaftaran. "Tapi terpaksa kita tolak karena memang sudah ditutup pendaftarannya," ujarnya.

Ditambahknya, Disdik Riau mengaku telah menyelesaikan beberapa masalah administrasi terkait penyelenggaraan UNPP. Disamping itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan pencetakan soal ujian. "Jadwal mata pelajaran disamakan dengan UNPP tahap pertama," ungkapnya. (ris)
http://seputarriau.com/index.php?com=isi&id_news=501
AYO SEKOLAH................!!!!!
Pengertian Pendidikan kesetaraan
Pendidikan kesetaraan meliputi program Kejar Paket A setara SD ( 6 tahun) , Paket B setara SMP ( 3 tahun ), dan Paket C setara SMA ( 3 tahun ). Program ini semula ditujukan bagi peserta didik yang berasal dari masyarakat yang kurang beruntung, tidak pernah sekolah, putus sekolah dan putus lanjut, serta usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidup.
Disamping itu dimaksudkan juga untuk masyarakat lain yang memerlukan layanan khusus dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai dampak dari perubahan peningkatan taraf hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tidak ada batasan usia dalam program kesetaraan ini. Pegawai negeri, ABRI, anggota DPR, karyawan pabrik banyak yang memanfaatkan program kesetaraan ini untuk meningkatkan kualifikasi ijazah mereka.
Definisi mengenai setara adalah sepadan dalam civil effect, ukuran, pengaruh, fungsi dan kedudukan. Sebagaimana yang tercantum dalam UU No 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 26 Ayat (6) bahwa " Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan."
Oleh karena itu pengertian pendidikan kesetaraan adalah jalur pendidikan nonformal dengan standar kompetensi lulusan yang sama dengan sekolah formal, tetapi kontens, konteks, metodologi, dan pendekatan untuk mencapai standar kompetensi lulusan tersebut lebih memberikan konsep terapan, tematik, induktif, yang terkait dengan permasalahan lingkungan dan melatihkan kecakapan hidup berorientasi kerja atau berusaha sendiri.
Dengan demikian pada standar kompetensi lulusan diberi catatan khusus. Catatan khusus ini meliputi: pemilikan keterampilan dasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (Paket A), pemilikan keterampilan untuk memenuhi tuntutan dunia kerja, dan pemilikan keterampilan berwirausaha (Paket C).
Perbedaan ini oleh kekhasan karateristik peserta didik yang karena berbagai hal tidak mengikuti jalur pendidikan formal karena memerlukan substansi praktikal yang relevan dengan kehidupan nyata.
Kekuatan Tersendiri
Saat ini reformasi kurikulum pendidikan kesetaraan sedang diarahkan untuk mewujudkan insan Indonesia yang cerdas komprehensif dan kompetitif bagi semua peserta didik pendidikan kesetaraan yang selama ini cenderung termajinalkan. Semua pihak perlu memperoleh kesempatan untuk dapat mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional dan sosial, intelektual, serta kinestetik.
Dari fenomena yang ada, penulis curiga mereka menganggap bahwa ikut UN Kejar Paket C akan otomatis lulus. Belum tentu. Semuanya tetap tergantung kemampuan mereka. Materi ujian Kejar Paket C juga dibuat oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional RI, bukan dibuat oleh lembaga penyelenggara program tersebut di daerah.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan yang lebih induktif, konstruktif, serta belajar mandiri melalui penekanan pada pengenalan permasalahan lingkungan serta pencarian solusi dengan pendekatan antarkeilmuan yang tidak tersekat-sekat sehingga lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Berkaitan dengan itu, sistem pembelajaran ( delivery system ) dirancang sedemikian rupa agar memiliki kekuatan tersendiri, untuk mengembangkan kecakapan komprehensif dan kompetitif yang berguna dalam meningkatkan kemampuan belajar sepanjang hayat. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan yang lebih induktif dan konstruktif.
Proses pembelajaran pendidikan kesetaraan lebih menitik beratkan pada pengenalan permasalahan lingkungan serta cara berfikir untuk memecahkannya melalui pendekatan antardisiplin ilmu yang relevan dengan permasalahan yang sedang dipecahkan. Untuk itu, penilaian dalam pendidikan kesetaraan dilakukan dengan lebih mengutamakan uji kompetensi.
Diharapkan reformasi kurikulum pendidikan kesetaraan dapat diluncurkan pada akhir tahun 2006 yang disusun bersama Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ) berdasarkan hasil uji coba dan masukan dari berbagai nara sumber.

Senin, 13 Februari 2012

MENGAPA PENDIDIKAN ITU PENTING ? 
Sebelum saya membahas tentang pentingnya pendidikan, ada baiknya kita mengetahui apa arti dari kata pendidikan itu sendiri. Sebenarnya pendidikan memiliki banyak arti tapi disini saya akan menjelaskan sedikit saja. 1. Pendidikan adalah usaha untuk memanusiakan manusia 2. Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh sekumpulan orang/manusia untuk memperoleh pengetahuan.